Salah satu jenis batu cincin permata yang paling banyak jenisnya adalah batu biduri delima atau yang sering disebut dengan garnet. Batu garnet ini merupakan campuran dari keizelzuur. Komposisi batu ini pun mirip dengan batu tourmaline. Tingkat kekerasannya pun cukup bagus, yaitu mencapai nilai 6-7,5 berdasarkan skala keras Mohs. Batu garnet ini memang sangat keras jika dilihat dari nilai kekerasannya, selain itu batu ini juga sangat reflektif. Namun demikian, ternyata ada beberapa jenis batu garnet yang lebih rapuh dari jenis batu garnet lainnya.

batu cinicn permata garnetWarna batu cincin permata garnet pada umumnya sangat beragam, terkecuali biru yang memang sangat langka. Batu ini dikenal dengan warnanya yang mengkilap dan juga tembus cahaya. Selain nama batu biduri delima atau garnet, di Indonesia batu ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti manilam anggur, biduri anggur, dan juga mirah anggur.

Jenis batu cincin permata garnet yang paling dicari adalah batu yang berwarna merah gelap atau hitam yang disebut dengan pyrope atau luster mata merah. Nah, ternyata ada enam jenis variasi batu garnet, loh. Jenis batu-batu ini adalah jenis batu garnet yang digunakan utnuk cincin permata. Mulai dari andradite, almandine, grossularite, pyrope, spessartine, dan uvrovite. Mari kita bahas satu per satu tentang berbagai macam jenis batu garnet tersebut.

  1. Garnet Almandine

Yang pertama adalah garnet almandine, yaitu jenis batu cincin permata yang pada umumnya paling sering digunakan.

  1. Garnet Andradite

Ada juga jenis batu garnet andradite, yaitu jenis batu cincin permata garnet yang paling diburu. Jenis batu andradite ini pun dibagi menjadi tiga tipe menurut kualitasnya. Ada melanite, demantoid dan juga topazolite.

  1. Garnet Glossular

Jenis garnet ini tidak akan berwarna. Namun jenis batuan ini juga bisa ditemukan dalam berbagai macam warna, kecuali biru dan merah karena kedua warna ini sangat jarang ditemukan.

  1. Garnet Pyrope

Batu garnet ini memiliki warna merah gelap. Jenis batuan ini jarang dipotong menjadi bentu faceted lebih dari satu karat.

  1. Garnet Spessartine

Batu garnet jenis spessartine ini memang kurang dikenal dan cukup jarang dimanfaatkan, karena jarang sekali ditemukan jenis batu garnet spessartine yang kualitasnya memadai untuk menjadi batu cincin permata.

  1. Garnet Uvarovite

Jenis garnet yang terakhir adalah garnet uvarovite, yaitu jenis abtu garnet yang paling langka dari semua jenis garnet. Bentuk batu ini kristal-kristal kecil, sehingga jarang sekali batu ini digunakan menjadi cincin permata.

Selain varietasnya yang sangat banyak, batu garnet juga dikenal karena warnanya yang sangat beragam. Seperti yang tadi sudah dibahas, batu garnet yang paling langka adalah batu cincin permata garnet yang berwarna biru. Namun menurut sejarah, batu garnet berwarna biru ini pernah satu kali ditemukan di daerah Bekily, Madagaskar pada akhir tahun 1990-an.

Batu ini bisa berubah-ubah warna di siang hari. Selain jenis batu garnet biru, ada juga beberapa jenis batu garnet lainnya yang bisa berubah warna di siang hari. Biasanya batuan tersebut berubah warna menjadi biru, abu-abu, cokelat, krem atau hijau. Tetapi ketika disorot dengan lampu pijar, batu cincin permata tersebut akan terlihat lebih keunguan atau warna kemerahan inilah yang disebut dengan Natural Color Change Garnet.

Wah, tidak disangka ternyata batu garnet ini sangat menarik untuk dibahas karena keindahannya. Apakah Anda berminat untuk memiliki batu cicin permata garnet ini? Semoga info tadi bisa menambah pengetahuan Anda. Terimakasih..

[adsenseyu2]